Thursday, 29 October 2015

Ketika Anak Tidak Mengerti Ucapan Bunda



Teknik berkomunikasi dengan anak sangat penting bukan hanya untuk para pendidik tapi juga para orang tua yang memiliki anak usia dini. Jika ilmu ini tidak dikuasai, dihawatirkan akan terjadi emosi atau kejengkelan yang tidak seharusnya pada anak. Bahkan yang lebih parah, anak akan lama sekali untuk bisa berbicara dengan jelas melebihi usia normal seorang anak sudah bisa berbicara.



Hal ini mengingatkanku pada curhat seorang teman padaku. "Ketika aku meminta anakku yang berumur 3 tahun untuk meletakkan tas nya di meja, dia malah tidak ‘menggubris’ sama sekali. Lalu aku teringat materi tentang teknik berkomunikasi dengan anak. Aku meminta anakku meletakkan tasnya dengan nada perlahan, sepotong-sepotong dan juga menggunakan isyarat. Tanpa kuduga, dia pun melakukannya," ujar temanku.

Dari gambaran di atas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam teknik berkomunikasi dengan anak yang kami dapatkan dari beberapa seminar parenting, di antaranya :

1.       Pengucapan Kata Harus Jelas dan Tidak Tergesa-gesa
Anak usia dini (sekitar usia sudah bisa berbicara sampai umur 6 tahun atau bahkan sejak lahir) berada dalam tahap perkembangan berbahasa. Mereka sedang belajar memahami bahasa yang ada di sekitarnya. Jika orang dewasa yang mengajaknya berkomunikasi menggunakan nada bicara yang cepat, tentu saja anak akan bingung. Ujung-ujungnya yang muncul hanyalah kejengkelan orang tua pada si anak atau bahkan emosi yang tidak jelas.

2.     Membaca Bahasa Tubuh Anak
Hal ini bisa dilakukan dengan memperhatikan gerak dan ekspresi si anak. Mengapa hal ini perlu kita lakukan, tidak lain karena anak diusia dini berada dalam tahap pembelajaran berbahasa. Jadi, seringkali mereka belum mampu mengemukakan apa yang mereka maksudkan dengan kata-kata.

3.      Pendengar Aktif
Penjelasan untuk point ini cukup menggunakan logika. Jika orang dewasa yang sering bercuap-cuap  pada si anak, lalu kapan dia bisa belajar mengembangkan berbahasanya, bukankah berbicara juga membutuhkan praktik.

4.     Tentukan Masalah Siapa
Seringkali orang dewasa bermaksud agar si anak melakukan sesuatu hal sendiri, bukan meminta tolong melulu. Nah, disinilah kita bisa melatih mereka dengan menggunakan teknik berkomunikasi yang baik. Anak bisa diajak untuk berfikir bahwa apa yang dia minta sesungguhnya kepentingan siapa.

Begitu juga ketika kita menemukan seorang anak yang sedikit-sedikit mengadu, kita bisa mengajak mereka berkomunikasi dengan mengatakan, “Maaf kak, yang minum sambil berdiri itu ustadzah apa temanmu? Mengapa ustadzah yang kakak beritahu?” Tentu latihan ini pun tidak sekali dua kali kita berikan pada anak. Perlu pembiasaan yang konsisten pula.

5.      Gunakan “pesan saya”.
Teknik ini digunakan dengan tujuan agar anak tidak terkesan dicekoki oleh nasihat.

6.      Hindari 12 Gaya Popular.
Nah, untuk 12 gaya popular yang harus dihindari ini akan diulas ditulisan selanjutnya. Don’t miss it! Selamat mencoba.

Wallahua’lam bish showab. (My Lovely)

No comments:

Post a Comment