Tahun baru masehi bukanlah tahun baru Islam. Akan tetapi banyak pula bahkan hampir semua masyarakat di dunia baik Islam maupun agama lainnya merayakan tahun baru masehi. Apapun itu, dalam moment tertentu seperti tahun baru atau bila perlu dalam setiap harinya kita melakukan perenungan diri.
Dua hal menjelang dan saat tahun baru yang bisa menjadi resolusi diri kita baiknya perlu dicoba. Dua hal menjelang tahun baru yang perlu diingat adalah pertama, melupakan semua keburukan atau kekhilafan orang terhadap diri kita. Kedua, adalah melupakan semua kebaikan yang pernah kita lakukan kepada orang.
Dua hal saat tahun baru yang baiknya kita ingat adalah pertama, mengingat semua keburukan kita kepada orang agar tumbuh keinginan untuk memperbaiki diri. Kedua, mengingat semua kebaikan orang kepada kita sehingga tumbuh keinginan untuk berbuat hal serupa terhadapa manusia yang lain.
Tahun baru masehi bukanlah hari yang spesial menurut sebagian orang. Hari itu adalah hari yang sama dengan hari lainnya. Sebagian orang yang lain berpendapat bahwa tahun baru masehi adalah hari dimana kita mulai lembaran baru hidup. Apapun pemikiran kita, muhasabah diri tentulah penting dalam tiap detik hidup kita. Barakallah.
Wallahu a'lam bish showab.
(My Lovely)
Thursday, 31 December 2015
Monday, 28 December 2015
Pendadaran Calon Prajurit (Renggo Rekso Utomo Bagian 2)
Iring-iringan berkuda
itu berjalan perlahan menyusuri jalanan kota Kadipaten
Candi Sari yang masih sepi karena hari memang masih sangat pagi buta , di ufuk
timur matahari belum menampakan diri hanya samar samar terlihat sedikit sinar
merah jingga pertanda pagihari akan menjelang , mereka sengaja tidak memacu
kudanya karena akan membangunkan para penduduk sepanjang jalan yang dilewatinya
.
Beberapa saat kemudian
rombongan berkuda itu sampai di gerbang kota Kadipaten Candi Sari dan mereka terus berjalan menuju keluar kota
yang mengarah ke Kota Kerajaan Jenggolo Manik , mereka terus menyusuri jalan
yang berpasir halus yang Nampak jelas bekas
roda roda pedati dan terkadang jalan itu berbatu kecil-kecil yang ditata
rapi , semakin lama mereka semakin jauh meninggalkan kota Kadipaten Candi
Sari dan lambat laun hari mulai terang
karena di ufuk timur matahari terlihat
bulat dengan warna merah , pemandangan di kanan kiri jalan itu mulai terlihat
dengan jelas , di sebelah kanan jalan terlihat ladang yang di belakangnya
terdapat bukit dengan pepohonan yang rimbun , sedangkan di sebelah kiri jalan
terhampar persawahan dengan tanaman padi yang subur menghijau yang sebentar
lagi padi ini akan segera berbuah , dikejauhan sana Nampak aliran sungai yang
berliku-liku dengan air yang tenang menandakan banyaknya air yang cukup untuk
mengairi persawahan yang sekian luasnya .
Ki Prawiro yang berkuda
paling depan mulai memacu kudanya diikuti oleh penunggang kuda lainnya semakin cepat
. . . semakin cepat . . . akirnya iring-iringan itu berpacu dengan cepat ,
mereka tidak kawatir terperosok dijalan itu karena sudah terang benderang dan
sinar mata hari mulai terasa sedikit menyengat kulit , di jalanan itu Nampak
debu mengepul karena hempasan kaki kuda – kuda yang sedang berpacu , Ki Prawiro
yang menunggang kuda paling depan memperlambat lari kudanya diikuti oleh
penunggang kuda di belakangnya dan akirnya kuda kuda itu hanya berlari kecil ,
para penunggang kuda yang di belakang baru tahu ternyata di depan mereka ada
pedati yang berjalan sangat lambat karena penuh dengan muatan bamboo yang entah
mau dibawa kemana , mereka mendahului pedati itu satu demi satu kemudian kuda
kuda itu kembali dipacu dengan cepat .
Perjalanan mereka
memasuki sebuah hutan dan jalanan mulai menanjak , semakin masuk kedalam hutan
jalanan itu semakin menanjak dan kuda kuda itu berjalan dengan pelan pelan ,
selain jalannya menanjak juga banyak bebatuan yang bisa membuat kuda kuda itu
terpeleset apabila tidak hati-hati , mereka terus berjalan hingga tiba di
lambung bukit dimana mereka bisa melihat sisi seberang bukit itu yang mana
tampak pemandangan sangat indah sampai nun jauh disana terbentang persawahan
dan ladang .
Ki Prawiro menghentikan
kudanya menepi jalan lalu turun dari pelana kemudian menambatkan kudanya pada
sebatang perdu , para penunggang kuda yang lain mengikuti apa yang dilakukan Ki
Prawiro yang kemudian mereka beristirahat duduk di atas sebuah batu besar yang
ada di bawah pohon randu alas yang berdaun lebat dan rindang , kuda kuda yang
ditambatkan pada perdu perdu di pinggir jalan itupun mulai makan rumput yang
tumbuh subur di sepanjang jalan itu .
Ki Prawiro :
Kita beristirahat sejenak di sini . . . . ngger . .
. .
Sentanu :
Baiklah Paman . . . .
Ki Prawiro :
Setahu saya kalian ini pada saling belum kenal antara satu dengan yang
lainnya . . .untuk itu silahkan kalian saling
berkenalan , karena nantinya kalian harus saling kerja sama .
. . walaupun pada hal-hal
tertentu kalian juga harus saling berlomba .
Empat orang anak muda yang pergi ke Kota Raja bersama Ki
Prawiro itupun saling berkenalan , ada seorang anak muda yang berparas tampan
dengan baju yang sangat bagus , pemuda ini bernama Sundoko , Sundoko adalah anak seorang saudagar kaya dari Kota
Kadipaten Candi Sari , namun sayangnya pemuda ini berperilaku agak sombong ,
dia mengikuti kepergian ke Kota Kerajaan ini karena dipaksa oleh orang tuannya
yang sudah kerepotan untuk mendidik Sundoko yang sangat nakal sekali , dia
sering membuat onar dimana-mana terutama sering berkelahi bersama teman
temannya di tempat perjudian sabung ayam , ayah Sundoko juga sangat geram
kepada anaknya itu yang selalu menghambur-hamburkan uangnya untuk berfoya-foya
dengan teman temannya , setiap kali ayahnya memarahi Sundoko ibunya selalu
membela dan memanjakannya , yang ke dua adalah anak muda yang berpenampilan sangat
rapi , anak muda yang kedua ini sangat pendiam tetapi selalu memperhatikan
semua hal di sekitarnya , pemuda ini bernama Waskito Budi , Waskito Budi adalah
putra seorang Abdi Dalem Adipati Candi Sari yang sudah lama bersahabat dengan
Ki Prawiro , anank ini memang dididik dengan baik oleh kedua orang tuanya agar
kelak di kemudian hari bisa menjadi Punggowo Kerajaan Jenggolo Manik , setidak
tidaknya itulah yang diinginkan kedua orang tuanya , yang ketiga adalah Sentanu
, Sentanu ini masih ada pertalian darah dengan Ki Prawiro , karena Sentanu
adalah anak adik kandung Ki Prawiro , ayah Sentanu menjadi kepala Padukuhan di
Kademangan Ngadipuro yang tidak jauh
dari Kota Kadipaten Candi Sari , sedangkan yang keempat adalah Rekso Utomo .
Mereka saling
berjabatan tangan dan saling menyebutkan nama masing masing untuk berkenalan ,
hanya Sundoko yang terlihat malas malasan untuk berkenalan dengan yang lain ,
dia hanya menanggapi perkenalan itu dengan dingin lalu dia mengambil posisi
duduk dipuncak batu besar yang ebntuknya memang seperti gunung atau seperti
tumpeng , karena perhentian itu memang terkenal dengan sebutan palerenan watu
tumpeng .
Ki Prawiro :
Angger semuanya . . . hari sudah
siang sebentar lagi mata hari akan condong
kebarat
, yang membawa bekal silahkan dimakan , karena kita bisa sampai di perkampungan
sekitar nanti sore .
Tanpa ada yang menjawap
mereka segera mengeluarkan bekal masing masing , ternyata semua orang di
rombongan kecil itu membawa bekal , tak terkecuali Ki Prawiro juga membawa
bekal , hanya bekal Ki Prawiro tidak sebanyak bekal para anak anak muda itu . .
Ki Prawiro hanya mengeluarkan dua buah lepet dari beras ketan yang dibungkus
daun kokrok ( semacam daun rotan ) , sedangkan para pemuda yang lain
mengeluarkan bekal mereka yang besar besar yang berisi makanan yang enak enak ,
maklumlah para ibu mereka sangat kawatir anak mereka kelaparan ditengah jalan ,
Rekso juga tidak ketinggalan . . . dibukanya bekal yang dibuatkan oleh bibinya
, Rekso sendiri tidak tahu isinya apa yang pasti bekal itu besar juga , setelah
bungkusan kain yang menutupi bekal itu dibuka ternyata di dalamnya ada dua
bungkusan dari daun pisang , yang satu gulungan daun pisang yang didalamnya
berisi nasi pulen . . . Rekso tersenyum
memandangi gulungan nasi dalam daun pisang buatan bibinya itu , karena sama
persis seperti buatan ibunya di deasa kalau membawakan bekal jika dia pergi ke
Padhepokan Windu Jati , lalu Rekso membuka bungkusan satunya yang agak kecil
dari bungkusan nasi dan ternyata isinya dua paha ayam panggang yang di tumpuki
dengan serundeng kelapa muda , Sentanu yang duduk di dekat Rekso memandangi
bekal yang dibuka Rekso , Rekso yang melihat Sentanu seperti itu lalu
menyodorkan lauknya kearah Sentanu . . . Sentanu memandangi Rekso dan paha ayam
panggang itu dengan tajam penuh selidik lalu diambil sepotong paha ayam
panggang itu tanpa ada keraguan sedikitpun lalu ditaruh diatas bekal nasinya ,
lalu lauk pauknya sendiri yang telah dibuatkan oleh ibunya yang ternyata adalah
sambal goring ati langsung ditaruh dihadapan Rekso dan mereka duduk berhadapan
makan bersama .
Selama istirahat makan
itu Rekso sesekali memperhatikan jalanan
dan hutan di sekelilingnya ,
Rekso juga memperhatikan kalau Waskito
Budi juga melakukan hal yang sama , tak seberapa lama kemudian Waskito Budi
mendekati Rekso sambil berbisik perlahan .
Waskito :
Apa kamu merasakan apa yang kurasakan . . . aku sedari tadi juga
memperhatikan
kamu
Rekso : Ya . . . aku mengerti apa yang kamu
maksutkan . . . kita harus tetap waspada
tetapi
jangan terlihat mencolok biar yang lainnya tidak ketakutan
Waskito :
Aku setuju
Waskito kemudian
kembali duduk di tempatnya semula , sedangkan Sentani yang mendengar
pembicaraan itu menjadi bingung dan heran
. . . benaknya bertanya tanya . .
. ada apa . . . ? dia pun mulai mengamati dengan teliti melalalui
pandangan dan pendengarannya , Rekso
yang sudah terbiasa dengan kondisi hutan
dan lingkungan pedesaan , juga pengalamannya sebagai murit Padhepokan
Windu Jati sudah curiga sedari tadi ,
sama dengan Waskito yang curiga bahwa dihutan dengan pepohonan yang besar besar
itu tidak ada terlihat seekor binatang pun bahkan suara burung yang biasanya
selalu berkicau di mana-mana kali ini tiada seekorpun yang ada di situ , hal
ini menjadikan keanehan . . . pasti para penghuni hutan ini menyingkir karena
ada penghuni lain yang membuat mereka ketakutan di tempat itu .
Benar juga kecurigaan
kedua pemuda itu . . . karena tak berapa lama dari balik semak di seberang
jalan itu muncul seorang yang bertubuh tinggi besar dengan wajah menyeramkan ,
begitu muncul orang itu langsung mendekati mereka dan berhenti berkacak
pinggang dengan garang sambil tertawa keras keras , seketika itu pula dari
balik pohon besar di sebelah kanan dan kiri mereka duduk muncul tiga orang yang bertampang seram dengan rambut
panjang acak acakan , mereka maju sambil matanya melotot mendekati tempat duduk Ki Prawiro beserta
rombongan kecilnya , dari belakang batu besar yang diduduki rombongan kecil itu
yang lepas dari perhatian mereka terdengar suara teriakan sangat keras yang
membuat mereka sangat terkejut .
bersambung
(Karman)
Thursday, 24 December 2015
Fenomena Senam Pinguin
"Kemaksiatan itu bagaikan kita sedang berjalan di pantai, tak terasa kita sudah berada di tengah laut."
Kalimat itu terlontar begitu saja ketika aku menanyakan pendapat salah seorang teman yang duduk di sebelahku setelah kami sama-sama melihat video senam yang diperagakan oleh kalangan berjilbab dengan menggunakan topeng.
Hal yang berputar-putar dalam pikiranku adalah tentang apa bedanya senam itu dengan senam-senam yang lain dimana mendapat tanggapan negatif mulai dari sisi music dan gerakan.
Sebagian orang berpendapat bahwa sah-sah saja toh itu tujuannya baik untuk kebugaran tubuh dan lagi pemberian contohnya syar'i, menggunakan pakaian syar'i dan memakai topeng. Sebagian orang lainnya menilai bahwa jika senam pada umumnya dinilai tak syar'i dari sisi music dan gerakan, senam pinguin ini justru menggunakan lagu ala diskotik.
Sebagian yang lain mengatakan bahwa tidak ada masalah dengan semua itu. Jika syar'i nya yang dimaksudkan, tinggal senam di dalam ruangan tertutup saja walau menggunakan musik seperti layaknya senam pada umumnya.
Apapun pendapat setiap orang, mereka berhak berpendapat. Hal yang paling penting adalah tetap menjaga stamina dan tentunya iman izzah kita sebagai seorang muslim.
https://www.youtube.com/watch?v=v_O33KYyHVg
Wallahua'lam bish showab.
(My Lovely)
Kalimat itu terlontar begitu saja ketika aku menanyakan pendapat salah seorang teman yang duduk di sebelahku setelah kami sama-sama melihat video senam yang diperagakan oleh kalangan berjilbab dengan menggunakan topeng.
Hal yang berputar-putar dalam pikiranku adalah tentang apa bedanya senam itu dengan senam-senam yang lain dimana mendapat tanggapan negatif mulai dari sisi music dan gerakan.
Sebagian orang berpendapat bahwa sah-sah saja toh itu tujuannya baik untuk kebugaran tubuh dan lagi pemberian contohnya syar'i, menggunakan pakaian syar'i dan memakai topeng. Sebagian orang lainnya menilai bahwa jika senam pada umumnya dinilai tak syar'i dari sisi music dan gerakan, senam pinguin ini justru menggunakan lagu ala diskotik.
Sebagian yang lain mengatakan bahwa tidak ada masalah dengan semua itu. Jika syar'i nya yang dimaksudkan, tinggal senam di dalam ruangan tertutup saja walau menggunakan musik seperti layaknya senam pada umumnya.
Apapun pendapat setiap orang, mereka berhak berpendapat. Hal yang paling penting adalah tetap menjaga stamina dan tentunya iman izzah kita sebagai seorang muslim.
https://www.youtube.com/watch?v=v_O33KYyHVg
Wallahua'lam bish showab.
(My Lovely)
Monday, 14 December 2015
Renggo Rekso Utomo (Lanjutan ketiga Bagian 1)
Ki Dipoyono :
Ini sebuah pusaka untukmu Rekso . . . . pusaka itu sebenarnya bukan
miliku . . .
pusaka
ini adalah milik ayahmu yang dititipkannya kepadaku dan harus keberikan
kepadamu bila kamu sudah dewasa ngger . . . terimalah pusaka ini yang merupakan
warisan dari orang tuamu
Lebih terkejut lagi
hati Rekso menerima keris pusaka itu , bahkan matanya berkaca kaca seakan air
matanya akan tumpah dipipinya , tetapi sebagai seorang lelaki apalagi dia
gemblengan dari sebuah Padhepokan yang termashur di lereng gunung Wilis ,
sedapat dapatnya Rekso menahan air mata itu jatuh dari pelupuk matanya , dengan
tangan yang bergetar Rekso menerima keris pusaka itu dari tangan pamannya ,
diamatinya benda itu tajam tajam seolah dia ingin mengenali seluruh bentuk dan
lekuk serta guratan guratan keris itu untuk disimpan didalam ingatannya
Rekso : Terima kasih paman . . . . terima kasih
paman , terima kasih bibi . . . . untuk
semua
yang telah paman dan bibi lakukan kepadaku , saya tidak tahu
dengan apa Rekso akan membalas semua kebaikan ini kepada paman dan
bibi . . .
Rekso kemudian memeluk
pamannya erat erat seakan ungkapan rasa terima kasih yang tak terhingga ,
kemudian dipeluknya bibi satu-satunya itu erat erat dan tak bias tertahan lagi
pecahlah tangis Rekso di pelukan bibinya , tangisan Rekso kali ini benar benar
mengandung sejuta makna , tangisan kegembiraan
dan haru atas semuanya dari
paman dan bibinya , tangisan kesedihan meninggalkan
ibunya sendirian di desa , tangisan yang lama tertahan atas nasip cintanya
terhadap Galuh Roro Rengganis , semuanya tumpah jadi satu didalam pelukan
wanita paruhbaya yang tak lain adik dari ibunya .
Nyai Dipo sendiri juga
meneteskan air mata ketika keponakannya menangis dipelukannya , tetapi tangis
nyai Dipo adalah tangis bahagia karena bias membantu keponakannya yang sangat
dicintainya bahkan sudah dianggap seperti anak sendiri , sedangkan Ki
Dipoyono justru tersenyum menyaksikan
yang terjadi diahadapannya itu .
Nyai Dipo : Sudah .
. . sudah . . . . ngger . . . . ,
jangan terlarut dalam tangisan . . . .
tidak
baik
bagi seorang lelaki . . . . bibi mengerti perasaanmu ngger
Ki Dipoyono :
Sudahlah Rekso . . . . hayo segera berkemas , kita tunggu datangnya Ki
Prawiro
di depan rumah
Rekso pun melepaskan
pelukannya kepada bibinya , lalu diusapnya air mata yang ada di pipinya dengan
kain yang dipakainya , lalu diambilnya semua bekal yang telah disiapkan dibawa
kedepan rumah .
Di halaman depan rumah
Ki Dipoyono ternyata Suradi sudah menunggu disamping kuda milik Rekso yang
ditambatkan pada sebatang pohon kedondong yang tumbuh subur dan berbuah lebat
di halaman rumah itu , dulu Rekso sering memanjat pohon kedondong itu untuk
memetik buahnya .
Suradi pun segera
menyongsong bawaan yang ada ditangan Rekso kemudian diikat dengan baik diatas
pelana kuda itu dan tak seberapa lama
terlihat dad empat orang penunggang kuda
yang berhenti di depan rumah Ki Dipoyono , dan salah seorang dari rombongan
kecil itupun turun dari kuda , setelah menambatkan kudanya pada pagar perdu
halaman rumah Ki Dipoyono orang itu pun melangkah masuk ke halaman depan rumah
Ki Dipoyono , seseorang itu tak lain adalah Ki Prawiro .
Ki Prawiro :
Bagimana . . . ? Rekso . . . . sudah siap untuk berangkat . . . ?
Rekso : Saya sudah siap berangkat Ki Prawiro
Ki Prawiro :
Kalau begitu ayo kita segera berangkat . . . karena perjalanan kita akan
jauh
Ki
Dipoyono . . . kami berangkat dulu . . . . mari nyai Dipo . . .
Ki Dipoyono :
Mari . . . mari . . . Ki Prawiro , selamat jalan sampai tujuan
Nyai Dipo : Iya . . . iya . . . Kakang . . . .
hati-hati dijalan
Rekso : Paman
dan Bibi . . . . saya mohon pamit
, pergi untuk waktu yang belum tahu
.
. . aku mohon do’a dan restu
dari paman dan bibi .
. . bila nanti berkunjung ke desa untuk selamatan
wafatnya eyang tolong sampaikan semuanya kepada ibu . .
. . dan sekali lagi terima kasih
atas segalanya yang telah paman dan bibi lakukan buat Rekso
Ki Dipoyono :
Rekso . . . . aku do’akan semoga
kamu bias menjadi orang yang berguna
untuk
Kerajaan ini .
. . menjadi prajurit yang linuwih
. . . . yang bisa dibanggakan dan mengangkat derajat keluarga . . . . kamu
harus kiat berlatih dan belajar , jangan merasa pintar . . . .
menurutlah sama Ki Prawiro yang akan membimbingmu disana .
Nyai Dipo : Iya . . . iya . . . ngger anakku . . . . bibi akan selalu
berdo’ untuk kamu . . .
semoga
kamu selamat dan terhindar dari mara bahaya dimanapun kamu
berada . . . . dan senantiasa GUSTI akan
selalu melindungi dirimu , pasti nanti kusampaikan semuanya kepada ibumu . . .
. berangkatlah nak dengan restuku .
Rekso : Terima kasih paman .
. . terima kasih bibi . .
. saya pergi dulu
Kemudian Rekso memeluk
paman dan bibinya erat erat , lalu dijabatnya tangan
Suradi yang memberikan tali kuda kepadanya .
Rekso : Suradi .
. . . tolong jaga paman
dan bibiku
Suradi : Baik
denmas
Rekso pun naik ke atas
kuda dan perlahan kudanya melangkah keluar halaman rumah itu diikuti paman dan
bibinya serta Suradi yang mengikuti di belakangnya sampai di pinggir
jalan , sedangkan para penunggang kuda yang lain sudah siap sedari tadi
menunggu Rekso yang berpamitan kepada paman dan
bibinya segera menjalankan kudanya beriringan dengan Ki Prawiro yang
berada paling depan dari rombongan kecil itu .
Sekali lagi Rekso
menoleh kearah paman dan bibinya sembari melambaikan tangannya , Ki
Dipoyono dan Nyai Dipo
juga melambaikan tangannya kepada Rekso
sambil memandangi kepergian Rekso sampai iring-iringan itu hilang di
kegelapan pagi .
bersambung
(Karman)
Tuesday, 8 December 2015
Bernazar, Mensedekahkan Seluruh Harta
Makalah
Bernazar, Mensedekahkan Seluruh Harta
Mata Kuliah : Masail al-fiqhiyah
Fakultas Ilmu Agama dan Dakwah
Prodi : Perbandingan Agama
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ajaran Islam merupakan suatu ajaran
agama yang sangat komplit, baik dalam mengatur hubungan hamba dengan Tuhannya
juga mengatur hubungan hamba dengan hamba yang lainnya. Semua itu diatur dalam
ajaran Islam mulai hal yang paling kecil sampai hal yang paling besar.
Aturan-aturan tersebut selain tertuang dalam kitab suci Al-Qur’an juga di
contohkan oleh seorang Rasul yang membawa risalah ajaran agama Islam, sehingga
ajaran Islam bukan hanya sekedar ajaran agama teori tetapi suatu ajaran yang
sangat mudah dimengerti karena di ajarkan melalui praktek sebagaimana yang
dilakukan oleh Rasulullah SAW.
Banyak sekali ajaran Islam yang
langsung di contohkan oleh Rasulullah SAW, baik yang berupa ajaran tauhid,
fiqih, dan sebagainya. Dalam ajaran ilmu fiqih beliau selain mengajarkan
masalah bersuci, shalat, puasa, haji dan sebagainya, beliau juga mengajarkan
kepada umatnya untuk senantiasa menjaga perkataannya dan mengumbar janji yang
tidak ada buktinya sama sekali, atau manusia berjanji pada Tuhannya untuk
melakukan sesuatu jika keinginannya terpenuhi, namun pada kenyataannya
orang-orang jahiliyah dahulu sering ingkar terhadap perkataannya tersebut.
Oleh karena itu Rasulullah SAW
memberikan ajaran bagaimana kalau seseorang itu berjanji dengan orang lain, dan
berjanji pada Tuhannya (bernadzar) untuk melakukan sesuatu apabila keinginannya
terpenuhi, kemudian hal apa saja yang menyebabkan sah atau tidaknya janji
tersebut, hingga bagaimana seseorang apabila melanggar janji itu. Apakah harus
membayar sebuah denda atau kifarat dan apa saja yang harus dilakukan agar janji
yang tidak ditepatinya/dilanggarnya itu mendapatkan ampunan dari Allah SWT.
Maka alangkah kompleksnya ajaran agama
Islam dan sangat pantas apabila Islam itu disebut agama Rahmatan lil ‘Alamin.
B. Rumusan Masalah
Dalam uraian
berikut ini akan dibahas, diantaranya:
1.
Apa pengertian
nadzar?
2.
Apa hukum
nadzar?
3.
Bagaimana hukum
bernadzar mensedekahkan seluruh harta?
4.
Apa
konsekuensinya apabila tidak mampu memenuhi nadzarnya?
C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk
mengetauhi hukun bernadzar mensedekahkan seluruh harta serta konsekuensinya
apabila tidak mampu memenuhi atau melaksanakan nadzarnya.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Nadzar
Nazar artinya janji untuk berbuat baik,
menurut istilah syariat berarti
kemestian atau kewajiban berbuat suatu kebaikan yang disebabkan oleh perkataan
yang dikeluarkan.
Sesuatu nazar yang berbentuk ibadah
yang asalnya sunat akan menjadi wajib dengan bernazar untuk melakukannya. Salah
satu contohnya adalah bernazar untuk mensedekahkan seluruh hartanya apabila
keinginannya tercapai.
Sedekah asal kata bahasa Arab shadaqoh
yang berarti suatu pemberian yang diberikan oleh seorang muslim kepada orang
lain secara spontan dan sukarela. Juga berarti suatu pemberian yang diberikan
oleh seseorang sebagai kebajikan yang mengharap ridho Allah SWT dan pahala
semata.
Apabila seseorang bernadzar untuk
mensedekahkan seluruh hartanya untuk keinginan tertentu, misalnya di sembuhkan
dari penyakit yang di deritanya, maka nazar tersebut menjadi wajib di
laksanakan apabila apa yang di inginkan benar-benar tercapai atau terpenuhi.
Apabila orang yang bernadzar tidak
melakukan nadzarnya baik karena tidak mampu atau tidak mau, maka konsekuensinya
melihat dulu jenis nadzarnya apakah termasuk nadzar ibadah, mubah, maksiat,
makruh atau syirik. maka harus membayar kafarah yamin (tebusan sumpah).
Nadzar secara bahasa berarti
mengharuskan. Sedangkan nadzar secara istilah syariat dapat diartikan sebagai
perbuatan seorang mukalaf (orang yang telah terbebani syari’at) yang
mengharuskan dirinya dengan satu bentuk ibadah, yang mana sesuatu itu pada
asalnya tidak wajib atas orang tersebut.
Nadzar adalah mewajibkan suatu perkara
atau perbuatan yang asalnya tidak wajib secara syariah. Seperti, bernazar
melakukan shalat sunnah, berpuasa sunnah, bersedekah pada orang miskin apabila
yang dikehendakinya tercapai. Niat utama adalah untuk semakin mendekatkan diri
pada Allah.
Syarat sah dan terjadinya nadzar terbagi
2 yaitu:
1.
syarat pelaku
nadzar
a.
Berakal sehat.
b.
Beragama Islam
(muslim).
c.
Diucapkan
dengan kata-kata, tidak cukup hanya dengan niat. Apabila seseorang berniat
nadzar tanpa ada ucapan, maka nadzarnya tidak sah dan tidak wajib memenuhi
nadzar tersebut.
2.
perkara yang
dibuat nadzar
a.
Perkara ibadah.
Seperti shalat sunnah, puasa sunnah, sadaqah. Perkara yang bukan bersifat
ibadah seperti perkara maksiat atau perkara mubah (seperti makan dan minum)
tidak sah nadzarnya.
b.
Harta yang dijadikan nadzar harus menjadi hak
milik pelaku nadzar saat bernadzar.
c.
Bukan perkara
fardhu atau wajib. Seperti shalat 5 waktu atau puasa Ramadan.
3.
Macam-macam
nadzar
Dari segi isi kandungan nadzar, nadzar
ada dua jenis yaitu:
a.
nadzar lajaj (نذر لجاج) yaitu bernazar dengan mencegah
diri dari melakukan sesuatu. Seperti, "Saya besok tidak akan
bepergian".
b.
Nadzar mujazat
yaitu nadzar (janji pada diri sendiri) untuk melakukan sesuatu. Nadzar majazat
ini ada dua macam, yaitu Nadzar tabarrur adalah nadzar yang dilakukan secara
spontan tanpa dikaitkan dengan keberhasilan melakukan sesuatu. Seperti,
seseorang berkata, "Saya akan shalat sunnah besok", dan Nadzar yang
dikaitkan dengan keberhasilan melakukan sesuatu. Seperti seseorang berkata,
"Apabila anak saya sembuh, saya akan bersedekah pada fakir miskin".
B. Hukum Nadzar
Apakah bernadzar itu boleh (mubah),
mendapat pahala (sunnah), kurang baik (makruh) atau dilarang (haram)?. Ada
beberapa pendapat ulama yang berbeda karena adanya dalil Quran dan hadits yang
juga bermacam-macam. Intinya, nadzar sebaiknya dihindari. Tapi kalau sudah
terjadi, maka wajib (harus) dipenuhi kalau nadzarnya berkaitan dengan ibadah.
Seperti tersebut dalam hadits sahih:
هِ يَعْصِفَلاَ يَعْصِيَهُ نَذَرَ أَنْ ،
وَمَنْ فَلْيُطِعْهُ اللَّهَ يُطِيعَ أَنْ نَذَرَ مَنْ
Artinya: Barangsiapa yang bernadzar untuk taat pada
Allah, maka penuhilah nadzar tersebut. Barangsiapa yang bernadzar untuk
bermaksiat pada Allah, maka janganlah memaksiati-Nya. ” (HR. Bukhari no. 6696)
1.
Nadzar itu
Sunnah (baik dan mendapat pahala)
Dalil dari Quran:
وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ نَفَقَةٍ
أَوْ نَذَرْتُمْ مِنْ نَذْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُهُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ
مِنْ أَنْصَارٍ
Artinya: Apa saja yang kamu nafkahkan atau apa saja yang
kamu nadzarkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.(QS. Al Baqarah 2:270)
2.
Nadzar itu
Makruh (sebaiknya tidak dilakukan)
Dalil dari hadits:
الْبَخِيلِ مِنَ بِهِ جُ رَيُسْتَخْوَإِنَّمَا
، شَيْئًا يَرُدُّ لاَ إِنَّهُ اقَالَ لنَّذْرِ اعَنِ لنبي نهي
Artinya: Nabi melarang untuk bernadzar, beliau bersabda:
‘Nadzar sama sekali tidak bisa menolak sesuatu. Nadzar hanyalah dikeluarkan
dari orang yang bakhil (pelit)’. (HR. Bukhari Muslim)
الْبَخِيلِ مِنَ جُ بِهِ
رَتَخْيُسْوَإِنَّمَا شَيْئًا ا لْقَدَرِمِنَ يُغْنِى لاَ النَّذؒرَ فَإِنَّ
تَنْذُرُوا لاَ
Artinya: Janganlah bernadzar. Karena nadzar tidaklah bisa
menolak takdir sedikit pun. Nadzar hanyalah dikeluarkan dari orang yang pelit.
(HR. Muslim)
C. Hukum Bernadzar
Mensedekahkan Seluruh Harta
Para ulama telah sepakat (ijtima’)
bahwa melaksanakan nazar adalah wajib, dan terdapat dalil-dalil dari Al-Qur’an
dan As Sunnah yang mencela orang-orang yang tidak melaksanakan nazarnya, isi
nazar yang benar adalah qurbah (pendekatan diri) kepada Allah, seperti sedekah,
shalat, puasa, amal-amal kebaikan dan sebagainya. Hal ini seperti yang ditunjukkan
dalam hadis yang berbunyi:
(رواه احمد رأبو داود) تعالى اللَّهِ
وَجْهُ بِهِ يُبْتَغَى فِيمَا إِلاَّ نَذْرَ لاَ
“Tidak ada nazar kecuali pada sesuatu yang dapat
diperoleh ridha Allah”. (HR. Ahmad dan Abu Daud).
Sebagian imam berpendepat bahwa nazar
itu bila tidak berupa amalan yang mendekatkan diri kepada Allah tidak dianggap
nazar, misalnya bernazar untuk melakukan sesuatu yang mubah.
Melihat dari konteks di atas maka di
bolehkan bernadzar mensedekahkan seluruh harta apabila di lakukan hanya memperoleh
ridho Allah semata.
D. Konsekuensi
apabila tidak mampu memenuhi nadzar
Apabila orang yang bernadzar tidak
melakukan nadzarnya baik karena tidak mampu atau tidak mau, maka konsekuensinya
melihat dulu jenis nadzarnya apakah termasuk nadzar ibadah, mubah, maksiat,
makruh atau syirik. Lihat penjelasan Hukum Menunaikan Nadzar di atas.. Intinya,
harus membayar kafarah yamin (tebusan sumpah). Urutan Kafarah Yamin (tebusan
sumpah) bagi yang tidak melaksanakan nadzar adalah sebagai berikut (pilih salah
satu, prioritas berdasar urutan):
1.
Memberi makan
kepada sepuluh orang miskin, atau
2.
Memberi pakaian
kepada sepuluh orang miskin, atau
3.
Memerdekakan
satu orang budak
4.
Jika tidak
mampu ketiga hal di atas, barulah menunaikan pilihan berpuasa selama tiga hari.
Namun demikian kafarat nazar tidak disebutkan secara
mendetail dalam hadits.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
A. Kesimpulan
Nadzar adalah mewajibkan suatu perkara
atau perbuatan yang asalnya tidak wajib secara syariah. Seperti, bernazar
melakukan shalat sunnah, berpuasa sunnah, bersedekah pada orang miskin apabila
yang dikehendakinya tercapai. Niat utama adalah untuk semakin mendekatkan diri
pada Allah.
Para ulama telah sepakat (ijtima’)
bahwa melaksanakan nazar adalah wajib, dan terdapat dalil-dalil dari Al-Qur’an
dan As Sunnah yang mencela orang-orang yang tidak melaksanakan nazarnya, isi
nazar yang benar adalah qurbah (pendekatan diri) kepada Allah, seperti sedekah,
shalat, puasa, amal-amal kebaikan dan sebagainya.
Sebagian imam berpendepat bahwa nazar itu
bila tidak berupa amalan yang mendekatkan diri kepada Allah tidak dianggap
nazar, misalnya bernazar untuk melakukan sesuatu yang mubah.
Melihat dari konteks di atas maka di
bolehkan bernadzar mensedekahkan seluruh harta apabila di lakukan hanya memperoleh
ridho Allah semata.
Apabila orang yang bernadzar tidak
melakukan nadzarnya baik karena tidak mampu atau tidak mau, maka konsekuensinya
melihat dulu jenis nadzarnya apakah termasuk nadzar ibadah, mubah, maksiat,
makruh atau syirik. maka harus membayar kafarah yamin (tebusan sumpah).
B.
Saran
Pemakalah
menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini memiliki banyak kekurangan, maka
dari itu diperlukan koreksi bagi para pembaca, dan pemakalah berharap makalah
ini dapat bermanfaat bagi para pembaca, dan menambah pengetauhan keilmuan bagi
para pembaca.
Daftar Pustaka
Lihat Fathul
Qorib "Kitab al-Ayman wa al-Nudzur" atau dalam Al Umm li Asy-Syafi'i,
Kitab al-Nudzur, Vol. II/278.
Imam Syafi'i.
Lihat Imam Syafi'i Kitab al-Umm, "Kitab an-Nudzur", Vol. II hlm. 279.
http://www.alkhoirot.net/2012/02/hukum-nadzar.html#1
http://ekosupiyan.blogspot.com/2011/06/makruh-pekerjaannya-tapi-wajib.html
Hasan
saleh,kajian fiqh nabawi
dan fiqh kontemporer(Jakarta, PT
Raja Grafindo Persada;2008).hlm.242..
syamsudin, Menyingkap
Dosa-dosa Besar(Jakarta: Pustaka Amani.1989).hlm.138
Sulaiman
Rasjid, Fiqh Islam(Bandung: Sinar BaruAlgensido,2004).hlm. 483.
akusuhendar.
Fiqih Ibadah( http:/.wordpress.com/2011/04/20/sumpah-kifarat-dan-nazar/)
akusuhendar.
Fiqih Ibadah( http:/.wordpress.com/2011/04/20/sumpah-kifarat-dan-nazar/)
http://alliguntur.blogspot.com/2013/05/makalah-fiqih-tentang-sumpah-dan-nazar.html
Subscribe to:
Posts (Atom)




